Banner
Banner
Banner
  • dtcnew_slide1.jpg
  • foto bersama.jpg
  • foto bersama1.jpg
  • idul fitri.jpg
  • jejer.jpg

Tanya Jawab Seputar Mesin

Tanya :

Temp mesin meninggi ada hubungannya ga om lerry dengan setingan mesin (klep), kemarin taruna ane di bikin econo malah temp tinggi terus dan tenaga mesin malah ngga ada setelah di kembalikan ke normal lg setingannya,sekarang temp normal 1/4 trs..

Salam
Anderson

Jawab

Sekedar info, mesin Daihatsu yang HD-C/HD-E itu termasuk mesin yang handal dikelasnya, terutama bentuk atau design kubahnya (pentroof) punya kelebihan tersendiri untuk mesin dengan kompresi statis 9.5 : 1.  Supaya performancenya optimal, setingannya harus sesuai spec termasuk setelan klep-klepnya.  Sebenarnya yang tidak kalah penting, bbm yang dipakai harusnya yang beroktan 90 atau lebih... nah, baru deh kelihatan kegarangan mesinnya (sesuai generasinya ya!!).

Kalau klep disetel agak renggang memang jadi lebih irit tapi mesin jadi panas dan tenaga mesin loyo, ...apa gunanya?  Kalau klep disetel agak lebih rapat, mesin pada RPM rendah memang tenaga mesin terasa agak naik tapi pada RPM tinggi malah tenaganya kedodoran walaupun temperatur mesin stabil.  Setelan timing pengapiannya sensitif terhadap setelan klep dan tidak bisa diakali kecuali ganti noken as yang "bukaan"nya lebih lama dan per klep harus pakai yang lebih keras.

Betul, balikin kestandardnya saja setelan klep, jangan dirubah-rubah yang ini, .....percuma.  Mesin standard saja bisa kok dipacu 165 KPJ ..... emang berani bawa Taruna lebih dari itu ???? hi hi hi...

Salam

 

Lerry

Last Updated (Saturday, 10 September 2011 16:44)

 

Engine Brake

Nah, ngomong-ngomong soal engine break... sekedar sharing saja, jangan suka atau sering mengandalkan engine break kalau masih bisa direm untuk menahan laju kendaraan.

Engine break digunakan hanya sekedar menurunkan kecepatan tanpa tukar gigi persneling. Cukup lepas gas dan kemudian dibarengi injak rem kalau dirasa kendaraan masih terlampau laju.  Orientasi putaran mesin didesign untuk "mendorong beban" bukan "menahan beban". 

Menggunakan engine brake secara extrim (misalkan pakai pindah gigi ke gigi yang lebih rendah saat jalan menurun tajam), selain boros bbm juga mempercepat keausan pada metal-metal / bearing dan pen piston di mesin.  Selalu gunakan rem untuk menahan laju kendaraan dan kalau memanfaatkan engine brake harus selalu dibarengi rem juga yang tujuannya supaya laju kendaraan stabil sampai mencapai kecepatan yang dikehendaki.

Banyak orang salah kaprah menahan laju kendaraan pakai gigi 1 atau gigi 2 saja saat turunan tajam sampai mesin meraung-raung.  Selain boros bbm, juga akan mempercepat rontoknya mesin.  Cukup dikurangi kecepatan terlebih dahulu sebelum mencapai jalan yang menurun tajam, lalu sesuaikan gigi sesuai dengan kecepatan yang aman saat turunan dibarengi dengan rem.  Usahakan mesin tidak meraung-raung (RPM tinggi) saat turunan.

Untuk kendaraan 4x2, engine brake hanya memanfaatkan traksi dari 2 roda, sedangkan rem selalu memanfaatkan traksi dari 4 roda, jauh lebih efektif.

Bagaimana kalau rem jadi panas kalau injak rem terus, terutama saat turunan tajam?  Nah, ini tergantung kepada kualitas kanpas rem yang digunakan.  Kalau kualitas kanpas remnya bagus, otomatis lebih tahan panas atau tidak cepat panas.  Tapi tetap saja fungsi rem yang harus dimanfaatkan untuk memperlambat laju kendaraan dan fungsi mesin untuk mempercepat laju kendaraan atau menarik beban.  Jangan mesin dipakai untuk mengerem, ... salah kaprah.


Salam,
Lerry

Last Updated (Saturday, 10 September 2011 16:44)

 

ARSIP KLINIK OTO

Powered by mod LCA
TWEETER POLDA
Who's Online
We have 3 guests online