|
Mengambil jargon di atas, Divisi Teknik DTC pun mengadakan acara test drive beberapa Taruna di Cibubur. Berkumpul di SPBU Petronas pukul 09.00, rombongan akhirnya ke Buperta Cibubur dengan pertimbangan lokasi dan keteduhannya. Sekitar delapan mobil beriringan menuju lokasi, dengan Anton (DTC-122) dan Hilerry Mamora (DTC 004) sebagai “tuan rumah”.
Sempat sarapan dulu, akhirnya acara buka-bukaan kap pun dimulai. Selain dua dedengkot permesinan tadi, hadir juga Irfan OY (DTC 009), Dahlan (DTC 141), Rachmad F (DTC 091), Subhan A Y (DTC 125), Ketum Fanny (DTC 126), Kiky Azus (DTC 135), Hary Kolibri (DTC 008), Agus Prasetyo (DTC 013), Dedy Sugiharto (DTC 168), serta Hani Soesilo (member milist). Setelah pemeriksaan, dilakukan test drive oleh Anton. Hasilnya, “Saya bisa menyimpulkan bahwa mitos itu tidak benar!” Mitos di sini maksudnya ya Taruna Spesialis Kiri Tadi. Lebih jelasnya, ada mitos bahwa Taruna itu kalau di jalan tol tempatnya ada di lajur kiri sebab tidak berdaya melawan mobil-mobil lain. Anton menambahkan, “Memang ada beberapa Taruna rekan yang terasa berat dan ogah lari, tapi tidak semuanya seperti itu. Bahkan, kalau sehat - tanpa dimodifikasi apa pun - tetap saja Taruna masih bisa unjuk gigi dibandingkan dengan rival sekelasnya.” Dalam kesempatan itu Hilerry Mamora juga melakukan cek timing di beberapa Taruna. Ada yang dimajukan, ada yang diberi masukan, ada juga yang didiamkan. Ternyata yang didiamkan itu tunggangannya sendiri hehe… Dalam kopdar kali ini ada fenomena menarik, “Ada beberapa Taruna saat mesinnya dimatikan mesinnya masih berbunyi. Kayak mobilku,” timpal Kiky cengengesan. Menurut Anton, hal itu diakibatkan penyetelan waktu pengapian yang tidak tepat. Acara itu ditutup dengan lomba adu lari antara Hary Kolibri (dragster DTC) yang menunggangi Tarunanya Anton dengan Lerry (penganut aliran gas pol) yang menunggangi Tarunanya sendiri. Sayang, jalur yang pendek tidak memaksimalkan acara itu. Alhasil, tidak ada yang bisa mengaku Tarunanya paling cepat. Di akhir acara, Anton sekali lagi menegaskan bahwa mitos Taruna Spesialias Jalur Kiri tidak benar. Jadi, jika Taruna rekan-rekan terasa berat dan di tol harus tersisih di lajur kiri, silakan bawa ke bengkel untuk tune up. |