|
Setelah terombang-ambing cari tempat (gile juga, kurang beberapa jam masih cari tempat ...) akhirnya diputuskan JJB ke Puncak saja, dengan tantangan MACET !!. Setelah malam sebelumnya OM SUbhan dan OM Lerry masih juga survey ke Bumi Perkemahan Batu Tapak Sukabumi, akhirnya pagi-pagi ada SMS. Jadinya, ke Sangga Buana Cipanas saja.
Pukul 09.00 Kenya menelepon memberi tahu sudah tiba di meeting point rest area TMII. Tunggu punya tunggu, akhirnya diputuskan menunggu di McDonald Cibubur saja, karena kita akan berpetualang ala Startrek ... to bravely go where no one has gone before ... alias lewat Jonggol. Cuma OM Rahmad dan OM Lerry saja yang sudah pernah lewat daerah sini. Itu pun sudah empat tahun lalu dan bukan ke Puncak melainkan ke Cianjur. Pukul 12.00 lewat (lama ngaretnya nih...) setelah OM Lerry bisa di kontak via radio point to point (means... sudah enggak jauh lagi) maka kita berangkat. Berbekal GPS kita jalan ke tempat yang beneran belum pernah dilewati. Karena GPS ada di mobil kuning, maka mobil kuning berjalan sebagai leader. Karena memang jalannya baru, maka sempet OM Subhan putus asa dan ragu-ragu apa jalannya benar, tapi teknologi sekarang sudah lebih bisa dipercaya :)). Pukul 16.00-an rombongan DTC tiba di Hotel. Benar saja Hotel masih sepi. Jalan raya Cipanas - Cianjur juga terbilang sepi bahkan cenderung lengang. Baru menjelang sore/malam orang mulai berdatangan. Rupaya terjadi kemacetan parah di jalan raya Pncak - Bogor. Setelah makan malam (provided by hotel) kita ke Puncak Pass. Jalanan juga termasuk sepi, mungkin karena sudah malam atau karena macet di bawah. Rencana awal sih makan jagung bakar, tapi situasi berubah menurut kehendak perut dan mata. Jadilah acara jagung bakar berubah menjadi indomie goreng, sekoteng, dan kue apa ya aku lupa namanya, pokoknya YL Kiky kenyang sama kue itu :)) Suasana bener-bener asik. Dinginnya Puncak Pass setelah hujan, ditambah dengan kehangatan khas keluarga DTC plus pemandangan yang asik, pokoknya OK bangetlah. Khas DTC banget, kehangatan keluarga besar DTC benar-benar terasa. Liat saja fotonya 'kan seperti sebuah keluarga besar :)) Di balik jendela sederhana itu terhampar pemandangan malam yang benar benar aduhai ... Setelah puas menikmati pemandangan, suasana, makanan dan keakraban di Puncak Pass, dilanjutkan dengan kembali ke Hotel. Benar saja, sampai Hotel parkir sudah penuh ... Padahal waktu sudah menunjukkan pk 23.30. Mungkin karena lelah, maka obrolan malam khas DTC jadi hilang :((, Jadilah aku sendiri ditemani laptop dan telkomsel 3G bersurfing di internet sampai mata benar-benar sudah tidak tahan lagi. Esok pagi, merupakan pagi yang cerah, tanpa hujan pada malam hari membuat pagi benar benar asik untuk dinikmati. Beberapa teman memulai paginya dengan berendam di kolam renang, airnya tidak begitu dingin, tapi tidak hangat juga, lalu dilanjutkan dengan sarapan pagi (provide by Hotel) dengan menu yang pas banget... Lontong dan Opor Ayam hangat, pas dengan suasana Puncak yang dingin tapi cerah.
Selesai makan kami bercengkerama ala DTC di taman, sambil main R/C 4x4 yang akhirnya malah jadi tontonan :)) dilanjutkan dengan persiapan menuju pulang. Untuk menghindari macet yang kemungkinan masih terjadi, diputuskan unutk pulang melalu rute Jonggol karena jalanan cukup sepi, pemandangan yang indah di Bukit Cibadak. Sebelum pulang kita sempat mampir ke Taman Bunga Nusantara. Tepat pk 15.00, kita melanjutkan perjalanan pulang. Kembali mobil kuning dengan bantuan GPS menjadi leader. Setelah menuruni Bukit Cibadak, kembali kita ke jalan raya Jonggol - Cianjur yang mulai padat oleh pengendara motor. Beberapa kali kita melihat kecelakaan oleh pengendara motor. Kesenangan perjalanan mulai terusik ketika mendekati Jonggol. Tepat sebelum masuk ke Kabupaten Jonggol, terlihat jalanan mulai padat, dan kita diarahkan melalui jalan kecil. Nah di sanalah petualangan mulai. Setelah berpikir dan melihat GPS, maka diputuskan untuk mengikuti jalanan ini. Pertama medan hanya berupa jalanan yang sudah rusak dan berbatu, tapi setelah berbelok arah barulah terlihat medan yang sesungguhnya. OFFROAD. Bagi Taruna ini bukan masalah besar, tapi bagi dua sedan yang ikut, ini suatu masalah besar. Musuh utamanya adalah ground clearance yang rendah. Leader berubah dari mobil kuning ke Taruna OM BJ dan OM Subhan, dengan panduan melalu radio komunikasi dari GPS yang ada di mobil kuning. OM Subhan dan OM BJ menjadi leader untuk memilih jalan apakah sedan bisa lewat dengan berfungsi sebagai contoh soal :)) mengenai ground clearance dan cekungan kubangan sedangkan melalui radio dipandu oleh GPS di mobil kuning. Tidak ada petunjuk arah sama sekali, bukan jalan raya dan belum ada yang pernah melewati jalan ini :)) Akhirnya rombongan bertemu juga jalan raya :)), masih sedikit macet akhirnya rombongan beristirahat sejenak di SPBU Jonggol. Setelah istirahat perjalanan sudah tidak lagi mengalami hambatan berarti, jalanan lancar dan sampai di Cibubur sekitar pk 19.00. Kami berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing sambil menanti JJB berikutnya. Mungkin next JJB ke Cilacap untuk wisata kuliner ... dan mungkin sekalian diadakan kunjungan ke UP IV Cilacap ??? Sampai bertemu di JJB Berikutnya. Salam Anton |