spacer.png, 0 kB
Buat yang mau cek, service, atau cuma sekadar ngobrol saja saling bertukar info. Silakan janjian dulu. Yang jelas Kabeng Pluit siap menjamu DTC-ers.
 

spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
My-DTC arrow My-Articles arrow Seputar Taruna arrow Headlight cepat putus
Headlight cepat putus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 23 November 2008
Permisi rekan-rekan, seperti subject di atas, kenapa ya? Setiap 2 - 3 bulan bahkan pernah kurang, bergantian kanan-kiri yg putus. Apakah musti ganti yg wattnya lebih besar ya? Saat ini saya pakai Phillips H4 kalau enggak salah. Terima kasih.
Wassalam,
Rene
CLue
 
Kalau dari pengalaman saya lampu halogen merek apa pun kalau asli biasanya awet. Taruna saya tahun ke-5 baru putus salah satu bohlamnya. Yang satu lagi masih bawaan pabrik sampai sekarang (sudah 8 tahun lebih).
 
Membedakan lampu halogen asli dan yang palsu bisa dilihat dari tulisan di sekeliling tatakan lampu.  Yang asli tulisan watt/volt dan mereknya biasanya rapih. Untuk bohlam halogen buatan Jerman biasanya tulisannya "tertanam/di-press" dengan rapih (tidak pakai tinta). Tapi memang sekarang banyak sekali jenis-jenis bohlam halogen yang mirip dengan aslinya.
 
Yang penting kalau masih pakai kabel standar bawaan pabrik, pakailah bohlam halogen yang "asli" dan besaran watt-nya sekitar 55/65 watt (sesuai dengan spesifikasi mobil tersebut). Biasanya sih akan awet-awet saja. Pakai bohlam halogen yang "fancy", cuma buang-buang duit.
 
Sekedar nambahin (walaupun agak menyalahi peraturan di negara-negara maju). Kalau bagian dalam batok/reflector/kaca lampu besar kita mau tetap bersih dan kinclong dalam waktu yang lama (tidak kusam kekuning-kuningan), dikerik saja carbon hitam yang menutupi ujung bohlam halogen tersebut dengan silet sampai bersih. Karbon "kondom" tersebut gunanya supaya tidak menyilaukan mobil yang di depan. Masalahnya, sewaktu bohlam hidup, panas yang tinggi membuat karbon tersebut "menguap" dan uapnya akan menempel di permukaan reflector dan kaca di dalam batok lampu.  Kondisi adanya "uap karbon" akan diperparah lagi apabila karet penutup terminal (di belakang batok) tidak "fully sealed" dan menyebabkan udara di dalam batok lampu lembab atau uap air masuk dan akan diserap oleh karbon tersebut pada saat bohlam tidak menyala. Begitu lampu dihidupkan, proses penguapan terjadi lagi; dan seterusnya. Jangan heran kalau reflektor dan kaca lampu besar akan cepat kusam kekuning-kuningan.
 
Lebih baik lagi karbon "kondom" tersebut langsung dikerik sewaktu beli bohlam halogen yang baru, karena lebih mudah menggelontornya (lapisan karbonnya belum terlalu keras). Sewaktu mengerik karbon di bohlam halogen, kaca bohlam jangan sampai tersentuh jari tangan.
 
Ini hanya sekedar saran dan lebih baik lagi kalau tidak dilakukan. Kasihan nanti yang tukang bersihin batok lampu gak ada kerjaan  ..he he he.
 
 
Salam,
Lerry
 
< Prev   Next >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB