spacer.png, 0 kB
Baksos DTC dan 494 Mobile Communications PDF Print E-mail
Baksos Gempa 2009, Pengalengan - Bandung Selatan.
Terkumpul dana sebesar Rp. 24 Juta rupiah

Supported by :
Terano Club Indonesia
Daihatsu Taruna Club
Teruci
Jip 4X4 Halim
Axic
APV Club
And ORARI Daerah Jakarta.
======================================================

 
 
Berkumpul di Rest Area Tol Cikampek Km 19 jam 6.00 pagi dan kemudian berangkat sekitar
jam 7:;30 langsung menuju Pengalengan dengan 7 kendaraan (termasuk 1 mobil box pengangkut bahan-bahan yang akan disumbangkan) .
 
 
 
 
Keluar gerbang Tol Kopo (Bandung), perjalanan dilanjutkan tanpa istirahat langsung menuju gudang tempat pengumpulan bantuan di posko bencana gempa yang berdampingan dengan kantor Polsek Pengalengan.
 
 
Bantuan kemudian diturunkan dan diserahkan ke gudang posko korban gempa dan sebagian dari bantuan tersebut dibawa langsung dan akan diserahkan kepada masyarakat korban gempa dilokasi gempa sebagai simbolik.
 
 
Dari kota Pengalengan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi korban gempa yang memakan waktu sekitar 2 jam melalui lereng-lereng gunung Malabar yang dipenuhi kebun teh yang kondisi jalannya cukup memprihatinkan dan dilanjutkan dengan jalan berbatu-batu.
 
Tiba disalah satu lokasi masyarakat korban gempa, kami parkir disalah satu rumah penduduk yang rusak akibat gempa.
 
Salah satu rumah penduduk yang rusak parah akibat gempa dan banyak juga yang sudah rata dengan tanah.
 
Selanjutnya acara seremonial penyerahan bantuan kepada masyarakat korban gempa dilaksanakan dan dari DTC diwakilkan langsung oleh Om Taufik (BiJe) sebagai Ketum DTC.
 
Setelah acara penyerahan bantuan tersebut selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandung melalui jalan alternatif lain yang juga cukup parah yang memakan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai kota Bandung.  Menjelang maghrib, rombongan singgah di restoran Ibu Kadi (Pasteur) untuk berbuka puasa sekalian makan malam.  Selanjutnya acara bebas, akan tetapi 4 mobil termasuk mobil box meninggalkan Bandung sekitar jam 10 malam.
 
Partisipan dalam kegiatan Baksos gabungan ini: ORARI Daerah DKI, Paguyuban 494 dan beberapa Otomotif Club termasuk DTC.
 
 
Salam,
Lerry
 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
My-DTC
Country Road dengan Taruna
Written by Administrator   
Wednesday, 23 January 2008

Tanggal 12 – 13 Januari 2008, beberapa rekan kita mengikuti undangan soft launching Dian Wisata, sebuah resort khusus untuk pencinta offroad di daerah Ciapus. Lerry, Way, Subhan, Arya, berangkat bersama Gordon dari TDI sebagai rekan pemilik resort tersebut. Inilah sebagian pengalaman menjajal trek tersebut, yang diceritakan oleh Lerry.

Last Updated ( Monday, 28 January 2008 )
Read more...
 
Suspensi Taruna
Written by Administrator   
Tuesday, 06 November 2007
Ini adalah keluhan Hans, seperti terungkap di milis DTC:

ImageOm-om semuanya,
Ane masih pusing dengan suspensi Taruna yg ajrut-ajrutan kalau jalan keriting. Yang sudah ane lakukan pasang cushion dumper di per depan belakang sehingg jarak antar-ulir yang sebelumnya 2 cm menjadi 1 cm. Kemudian shock belakang menggunakan kepunyaan Phanter karena jarak mainnya lebih panjang. Memang efeknya agak lumayan, tidak separah sebelumnya tapi tetap masih terasa ngayun-nya, terutama di jalan keriting dan kecepatan di atas 100 km/h.

Kira-kira musti diapain lagi supaya bantingannya lebih enak, karena di rumah ane juga miara sedan 1800 cc. Jauh banget deh bantingannya padahal 'kan sama-sama per keong. Apa musti ganti pakai per sedan supaya lebih mantab bantingannya?

Mohon pencerahannya.

Salam
hans

Last Updated ( Tuesday, 06 November 2007 )
Read more...
 
Menyamankan Bantingan Taruna
Written by Administrator   
Tuesday, 02 October 2007
Image Ada yang bilang Taruna bantingannya keras. Nah, untuk meredam kekerasan bantingan itu, ada sedikit tips dari Hillery Mamora (Divisi Teknik DTC). Artikel ini diambil dari posting-an yang bersangkutan di milis DTC.
 
"Pakai shockbreaker Monroe Magnum memang keras dan itu sebenarnya untuk kendaraan off-road.
Pemakaian dumper di per, selain memperpendek langkah suspensi juga membuat per terasa lebih keras dan mempercepat karat pada per. Sebaiknya dilepas saja. Biasanya orang pakai dumper di per karena malas ganti dengan lowering kit," begitu tulis Lerry mengawali posting-annya.
 
Last Updated ( Tuesday, 02 October 2007 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Results 13 - 16 of 28
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB